Makna Mudik Bagi Saya


Hari lebaran, selain hari saling bermaafan juga hari untuk mudik ke kampung halaman masing-masing
Bagi saya yang lahir dan besar di kota Bekasi hanya bisa nonton orang-orang yang mudik. Selama 23 tahun saya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya merindukan kampung halaman. Saat orang-orang sibuk mudik, ya udah saya cuma jadi penonton aja. Gak pernah merasakan bermacet-macet ria, juga gak pernah merasakan rebutan beli tiket jauh sebelum waktu mudik tiba demi mendapatkan harga yang murah

Tapi itu kondisi beberapa tahun yang lalu

Setelah menikah barulah saya bisa merasakan serunya mudik ke kampung halaman.

Ternyata beginilah rasanya mudik,
Rela menempuh perjalanan yang nggak sebentar, belum lagi kalo dapat tambahan bonus yaitu berupa macet.

Namun semua itu terbayar dengan melepas rindu bertemu dengan keluarga tercinta

Itulah mengapa orang rela untuk bermacet-macet ria demi mudik ke kampung halaman

Mudik bagi saya bukan sekedar melepas rindu, namun dari mudik lah saya mendapat pelajaran.

Yaitu, jika mudik ke kampung halaman saja persiapan kita begitu maksimal, maka untuk mudik ke kampung akhirat kita harus mempersiapkannya lebih maksimal lagi. Jangan sampai kita lalai dengan persiapan kita untuk mudik ke kampung yang lebih abadi, yaitu akhirat

Semoga Allah mampukan 

1 Comments

  1. Hahaha.. jd ingat dulu mudik itu perjuangan banget, ngumpulin duit setahun cuma buat bayar kontrakan sama mudik wkwk tp bahagianya klo udh ketemu keluarga

    BalasHapus