Review Novel: Posesif



Judul: Posesif
Penulis: Lucia Priandarini
Jumlah Halaman: 368 halaman
Edisi: Cetakan pertama tahun 2017
Penerbit: Noura Books

Kisah cinta Lala dan Yudhis berhasil memberikan warna yang berbeda, jika pada umumnya cerita cinta anak SMA kerap kali didominasi oleh hal-hal yang indah dan manis, maka Posesif justru menampilkan sisi yang mengerikan dari sebuah hubungan, hal tersebut muncul karena rasa ingin memiliki yang sangat besar

Lala dan Yudhis sejatinya sama saja dengan pasangan muda-mudi lainnya yang sedang kasmaran, istilahnya cinta monyet, namun ada hal-hal yang membuat mereka menjadi berbeda. Dari sisi Lala kita bisa melihat bagaimana Lala mengorbankan masa remajanya untuk latihan, latihan, dan latihan demi bisa menjadi atlet sesuai kemauan ayahnya. Dalam kamus hidup Lala mana ada waktu untuk jatuh cinta apalagi pacaran. Kehadiran Yudhis dalam hidupnya ibarat oase di tengah padang pasir Menenangkan sekaligus menyenangkan, tanpa Lala tahu bahaya yang sedang mengincarnya


Sementara dari sisi Yudhis, bisa dirasakan dibalik ketampanan wajahnya, ternyata hatinya menyimpan banyak luka. Mirisnya tak seorang pun mengetahui, Yudhis memilih untuk menyimpannya seorang diri

Nilai plus dari novel ini adalah gaya bertutur penulis yang terasa ringan, sedangkan untuk sudut pandang penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, bergantian antara Yudhis dan Lala

Lalu apa hubungannya dengan judul posesif?

Di novel digambarkan saat awal-awal berkenalan dengan Lala sikap Yudhis begitu manis, namun lama-kelamaan muncul sisi lain Yudhis yang selama ini tersembunyi, seperti cemburu buta atau gampang tersulut emosi. Selain itu Yudhis juga mulai mengatur kehidupan pribadi Lala.

Pada awalnya Lala memang memutuskan hubungannya dengan Yudhis, apalagi setelah berkali-kali dirinya mengalami kekerasan, namun ada satu hal yang membuat Lala akhirnya kembali pada Yudhis, hal ini juga sekaligus menjadi jawaban atas sikap Yudhis yang seringkali temperamental

Setidaknya novel ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua yang kita harapkan bisa berjalan sesuai dengan keinginan, meski terkadang kita menjatuhkan hati pada orang yang salah, tetaplah percaya bahwa semua akan baik-baik saja


0 Comments