Tetanggaku, Ladang Pahala Bagiku


Bismillah...

Sebagai makhluk sosial, sudah pasti manusia tidak bisa lepas dari bantuan orang lain. Sudah fitrah manusia kayaknya ya selalu butuh manusia lainnya sebagai penolong, sebagai tempat curhat atau sebagai teman shopping (maksudnya ke tukang sayur)😁. Semua itu gak mungkin dilakukan kalau kita tinggal sendirian kan? hehe..iyalah masa mau bergaul dengan makhluk tak kasat mata 


Salah satu orang yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari kita adalah tetangga, bahkan sampai ada istilah tetangga itu adalah saudara yang paling dekat. Setuju banget nih sama istilah tersebut, karena tetangga itu rumahnya yang paling berdekatan dengan kita, malah kalau di kompleks perumahan bukan dekat lagi, tapi rumahnya nempel sama rumah kita 😀

Sebagai pengganti saudara, sudah sepantasnyalah kita selalu berbuat baik terhadap tetangga. Senantiasa berprasangka yang baik, dan sebisa mungkin meminimalisir konflik. Meski perbedaan pendapat kerap kali terjadi dan hal tersebut wajar banget terjadi di kehidupan bertetangga tapi kalo sampai membuat hubungan antar tetangga jadi retak bahkan seperti musuhan sedih banget kan...😟 padahal kalau kita tengah kesulitan orang yang paling bisa diminta bantuan kan tetangga

Memiliki tetangga merupakan fasilitas mewah untuk kita belajar bersosialisasi, belajar berbagi, belajar peduli. Tetangga juga seperti 'satpam' yang selalu siaga saat kita butuh bantuan saat sakit, saat tertimpa musibah dan sebagainya.

Lalu gimana donk kalo tetangga kita malah menjadi sumber dosa karena mulut kita 'gatal' pengen nyinyirin terus, ups gimana kalau diganti aja, jadikan tetangga kita sebagai ladang pahala bagi kita dengan cara:

1. Memberikan makanan kepada tetangga
Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim). 
Adapun tetangga yang pintunya lebih dekat dari rumah kita agar lebih didahulukan untuk diberi.

2. Bersabar atas prilakunya yang kurang baik
Namanya manusia ya pasti punya sifat baik dan buruk, cukuplah kita bersabar. Jika sudah keterlaluan bisa disampaikan dengan cara baik-baik

3. Memberikan bantuan jika dibutuhkan
Kehidupan tidak selamanya mulus adakalanya seseorang diuji oleh Allah, nah kalau mendengar atau melihat tetangga sedang berada dalam masa-masa yang sulit, gak ada salahnya kan kita bantu semampu kita

4. Memberikan nasihat dan saran kepada tetangga
Sudah seharusnya kita mengajak para tetangga untuk melakukan hal-hal yang baik dengan cara yang baik pula, Ingat walau maksud kita baik, namun apabila tidak disampaikan dengan cara yang baik makan akan sulit diterima. Yang ada malah sakit hati tetangga kita

Saya termasuk orang yang juga baru belajar bertetangga. Banyak sekali hal-hal baru yang saya temukan saat hidup bertetangga, contohnya adalah karena saya seharian gak ada di rumah, praktis saat pulang mengajar sore hari badan maunya nempel kasur, mana sempat deh tuh ngobrol-ngobrol cantik ama para tetangga yang biasa ngumpul kalau sore, tapi karena gak mau dibilang sombong sebisa mungkin saya berbasa-basi saat lewat di hadapan tetangga, berikan senyuman atau sekedar say hello. Intinya sih jangan malas untuk komunikasi agar hubungan baik dengan tetangga tetap terjalin 😉

1 Comments